Minuman Tradisional Teh Hijau Pencegah Kanker Usus


Mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa teh hijau dapat membantu mencegah terjadinya berbagai jenis kanker, akan tetapi benarkah teh hijau dapat mencegah terjadinya kanker usus besar? Menurut berbagai penelitian baru, hal ini mungkin saja.

Teh hijau sendiri sebenarnya dibuat dari tanaman Camellia sinensis, yang juga digunakan untuk membuat teh hitam dan teh putih.

Teh putih merupakan jenis teh yang paling sedikit melalui proses (daun teh hanya dikukus dan dikeringkan), sedangkan teh hitam merupakan jenis teh yang paling banyak melalui proses (daun teh dibiarkan layu, digulung, difermentasi, kemudian dipanggang). Teh hijau berada di antaranya. Perbedaan terbesar antara teh hijau dengan teh hitam adalah daun teh hitam melalui proses fermentasi, sedangkan daun teh hijau tidak.


Berdasarkan berbagai penelitian terdahulu yang dilakukan pada hewan percobaan dan sel, teh hijau memiliki beberapa manfaat di bawah ini, yaitu:

Menyebabkan kematian sel kanker
Menghambat penyebaran sel kanker
Menghambat pembentukan dan pertumbuhan sel kanker
Menurunkan proses radang di dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya kanker
Menghambat aktivitas gen yang berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan tumor di dalam berbagai sel
Mengurangi kerusakan sel
Memperbaiki komunikasi antar sel tubuh
Mengatur siklus pertumbuhan sel
Mengandung antioksidan yang dapat melindungi sel

Untuk mencari tahu apakah benar teh hijau dapat mencegah terjadinya kanker usus besar, para peneliti pun melakukan sebuah percobaan klinis. Dengan bantuan 136 orang penderita adenoma usus besar, para peneliti pun memulai percobaannya. Adenoma usus besar adalah tumor jinak pada usus besar yang dapat berubah menjadi kanker bila tidak segera diobati (diangkat).


Setelah para peserta melakukan 2 tindakan kolonoskopi untuk mengangkat adenoma, para peneliti pun membagi para peserta penelitian menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok pertama diminta untuk mengkonsumsi teh hijau setiap hari (rata-rata mengkonsumsi 6 gelas teh hijau setiap harinya), sedangkan kelompok kedua diminta untuk mengkonsumsi teh hijau dan suplemen teh hijau (setara dengan 10 gelas teh hijau setiap harinya, 6 gelas teh hijau biasa ditambah dengan suplemen).

Satu tahun kemudian, para peserta penelitian diminta untuk melakukan pemeriksaan kolonoskopi kembali. Para peneliti pun menemukan 3 hal di bawah ini, yaitu:

31% peserta di kelompok pertama kembali menderita adenoma
15% peserta di kelompok kedua kembali menderita adenoma

Dibandingkan dengan kelompok pertama, para peserta penelitian di kelompok kedua memiliki resiko yang lebih rendah untuk kembali menderita adenoma (50% lebih rendah)

Jadi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi 10 gelas teh hijau setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya lesi pra kanker pada usus besar secara signifikan. 

Walaupun demikian, para peserta penelitian telah merasakan adanya manfaat baik teh hijau pada kesehatan mereka hanya dengan mengkonsumsi 3-5 gelas teh hijau setiap harinya.

Satu hal yang perlu diingat adalah bila Anda mengkonsumsi bortezomib, salah satu jenis obat kemoterapi, dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi teh hijau dan suplemennya karena dapat menurunkan efektivitas obat tersebut.

Bila Anda tidak mengkonsumsi obat di atas, maka tidak ada salahnya bila Anda mengkonsumsi teh hijau setiap harinya.
Categories : Bugar

PAGEVIEWS